Mari dukung PLN dengan program PLN Bersihnya

23 Oct 2013

Carut marut korupsi yang melanda negeri Indonesia tercinta ini bisa jadi sedang berada di titik puncak, bayangkan, di tahun ke 68 kemerdekaan ini, Korupsi di negeri ini seakan semakin mempertegas diri, mulai dari DPR/DPRD, lembaga kementerian, lembaga peradilan, partai politik, BUMN, sampai Pemprov, Pemkot, Pemkab, dan Politisi, semuanya seakan tak mau jauh dari pemberitaan miring seputar korupsi. Klimaksnya, Seorang petinggi Mahkamah Konstitusi yang notabene merupakan pemimpin lembaga peradilan justru ditangkap atas dugaan kasus Korupsi, Duh… Maka tak heran jika kemudian kepercayaan masyarakat pada segala hal yang berbau pemerintah menjadi luntur (atau bahkan malah sirna).

korupsi

Makin berkembangnya korupsi ini bukan berati Lembaga-lembaga pemerintah maupun Perusahaan hanya berdiam diri dengan kasus korupsi yang terus menggerogoti tubuh mereka. Beberapa ada yang berusaha untuk mengupayakan proses pembersihan dari Korupsi. Salah satunya adalah PLN. Perusahaan BUMN tunggal yang mengatur dunia perlistrikan di Indonesia ini dengan lantang menggelorakan komitmen anti korupsi dalam penyelenggaraan korporasi mereka.

Adalah PLN Bersih, Program PLN yang benar-benar menjadi bukti implementasi bahwasanya PLN memang benar-benar berupaya untuk menjadi perusahaan yang bersih dan jauh dari Korupsi. Program ini bertujuan untuk mengawal PLN dalam menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat.

PLN Bersih, Membangun Budaya Anti Korupsi

Sedari awal, program PLN Bersih yang digalakkan sejak tahun 2012 memang digagas untuk Mambangun Budaya anti korupsi di tubuh PLN. Program yang berkibar di masa kepemimpinan Nur Pamudji sebagai Nakhoda utama PLN ini mengorientasikan pada Good Corporate Government dalam tubuh PLN khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan publik di PLN.

GCG

Dengan menjalin Kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII) diharapkan akan banyak tercipta keterbukaan dalam tubuh PLN. TII sendiri merupakan jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. Sehingga diyakini TII bisa ikut serta membantu PLN dalam mewujudkan PLN yang bersih dan anti korupsi.

PLN Bersih bukan hanya sekedar slogan

Sudah menjadi hal yang jamak jika banyak tokoh politisi, lembaga, ataupun badan usaha yang selalu bersentuhan dengan birokrasi akan berusaha untuk menampakkan semangat anti korupsi. Contoh nyata yang sangat kentara tentu di masa pemilu legislatif ataupun pemilukada, dalam kampanye-nya, masing-masing calon berjanji tidak akan korupsi dan akan mementingkan kepentingan rakyat, namun apa lacur, setelah terpilih, banyak diantara mereka yang justru melupakan janji kampanyenya dan kemudian terjerat dalam kasus korupsi. Slogan anti korupsi yang mereka usung pun menguap begitu saja.

Berkaca pada hal ini, tentu kemudian mucul pertanyaan klise, apakah PLN Bersih yang digaungkan oleh PLN hanyalah menjadi Slogan belaka tanpa ada implementasinya dalam korporasi?. Masyarakat luaspun juga pasti ragu, karena memang image BUMN plat merah sudah kadung identik dengan berbagai kasus korupsi.

Dan ternyata, tak butuh waktu lama bagi PLN untuk membuktikan pada masyarakat bahwa PLN Bersih bukan hanya sekedar Slogan yang menjadi pajangan dinding kantor-kantor PLN di seluruh Indonesia, betapa tidak, di masa awal 2 tahun sejak digaungkannya program PLN Bersih, PLN sudah langsung menampakkan banyak sekali upaya untuk menerapkan prinsip PLN Bersih itu sendiri.

Logo PLN Bersih

Nah, Salah satu upaya yang dilakukan oleh PLN untuk mewujudkan PLN Bersih adalah membentuk Pilot Project PLN Bersih. Pilot project PLN Bersih ini adalah unit PLN yang bertugas untuk mengawal dan mengawasi setiap divisi unit bisnis PLN agar mampu menjadi Divisi yang sesuai dengan kriteria PLN Bersih. Untuk saat ini, sudah ada 13 unit PLN yang ditunjuk menjadi pilot project PLN Bersih. Ke-13 unit yang telah mengimplementasikan inisiatif PLN Bersih itu adalah PLN Wilayah Bangka Belitung, PLN Wilayah Sumatera Utara, Unit Pembangkitan Jawa Bali, PLN DIstribusi Jakarta Raya dan Tangerang, PLN Disrtibusi Jawa Barat dan Banten, PLN Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta, PLN Distribusi Jawa Timur, PLN Distribusi Bali, PLN Distribusi Lampung, dan PLN Pusdiklat, PLN Jasa Sertifikasi, PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan, serta PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan.

Selain itu, PLN juga mengembangkan sistem Wistle blowing dan mekanisme pengaduan masyarakat yang terintergrasi dengan baik, sheingga mampu memudahkan masyarakat sebagai customer utama PLN yang ingin mengadukan keluhannya kepada PLN.

Tak cukup berhenti sampai disitu, PLN juga menggagas program Listrik Pintar yang digadang-gadang mampu mengurangi korupsi di tubuh PLN terutama oleh petugas Lapangan.

Berbagai upaya PLN untuk mewujudkan PLN Bersih ini membuat sang nakhoda PLN, Nur Pamudji sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diganjar dengan penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2013 atas upayanya dalam memberantas dan mencegah korupsi di perusahaan yang dipimpinnya.

Nur Pamudji

Tentu sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bagi PLN, mengingat program PLN Bersih sendiri sejatinya baru bergulir dua tahun namun sudah mampu menghasilkan banyak prestasi dan perbaikan pelayanan di tubuh PLN.

Mekanisme pengaduan masyarakat yang Cepat dan tanggap

Dalam salah satu acara diskusi, Abraham Samad sang ketua KPK pernah mengatakan bahwa Korupsi itu makin renyah karena tak ada yang melapor. Hal ini jelas sangat masuk akal, karena selama tak ada laporan, pihak berwenang pun akan susah untuk mencium gelagat kecurangan.

Namun, jika dihadapkan pada kasus korupsi di tubuh PLN yang bersentuhan dengan petugas lapangan, ternyata bukan masalah laporan yang menjadi sebab utama, melainkan ditindak lanjuti atau tidaknya laporan tersebut. Jujur saja, salah satu sisi korupsi terbesar selama ini dalam tubuh PLN adalah korupsi lapangan. Korupsi terselubung ini biasanya melibatkan petugas lapangan yang datang ke rumah pelanggan (biasanya saat pencatatan No Meter atau saat ada keluhan), korupsinya berupa pungutan liar yang kerap diselubungkan dengan dalih sebagai Uang rokok, uang catat, atau uang transport. Dan hal ini memang sudah menjadi rahasia umum.

Korupsi skala kecil-kecilan oleh sebagian oknum petugas PLN nakal ini tentu tak akan masuk hitungan audit laporan keuangan, karena memang lingkupnya personal. Namun justru korupsi kecil-kecilan inilah yang menjadi tombak utama munculnya stigma negatif pada PLN di masyarakat, mengingat dampaknya bersinggungan langsung dengan pelanggan.

Untuk memerangi korupsi model ini, jelas PLN butuh kerja sama dari masyarakat selaku pelanggan PLN. Kerjasamanya tentu berupa pelaporan kepada pihak PLN jika ada petugas PLN yang menarik bayaran ilegal. Namun Sayangnya, masyarakat sering kali enggan untuk melaporkan kecurangan-kecurangan itu. Karena selain banyak memakan waktu, laporan mereka pun kadang hanya mengendap di kantor dan sering tidak ditindaklanjuti.

Nah, berkaca pada hal itulah, PLN lewat program PLN Bersih-nya berkomitmen untuk mampu membuat Mekanisme pengaduan masyarakat yang cepat dan tanggap. Kini masyarakat bisa dengan mudah melaporkan segala bentuk kecurangan kepada pihak terkait melalui SMS, twitter, facebook, bahkan telepon.
Kontak PLN

Semua laporan yang masuk akan disampaikan ke divisi regional ataupun unit terkait dan akan segera ditindaklanjuti. Kalau ndak percaya, ini saya sertakan screenshot twitter PLN @PLI123, dalam screenhot tersebut nampak bahwa setiap laporan yang masuk twitter langsung ditanggapi oleh customer service twitter PLN dan akan disampaikan ke unit atau bagian terkait.

9cfe3fef795c87b2f3932f4c274b4ce8_laporan-pln

Pokoknya bagi pelanggan yang menemukan atau mengetahui segala perihal kecurangan yang dilakukan oleh petugas PLN, jangan ragu untuk melaporkan, Insya Alloh privasi terjaga dan laporan akan segera ditindak lanjuti.

“Kalau ada petugas PLN yang minta-minta uang dan memeras, kirim SMS langsung ke nomor 081281022000, itu SMS PLN Peduli, dan pasti dilakukan follow up atau ditindaklanjuti”begitu kata pak Dwi Kusnanto selaku Commerce and Costumers Service Manager PLN Distribusi Jakarta di sela-sela diskusi bertajuk Blogger Berbicara PLN Bersih yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu di Senayan city Jakarta.

Diskusi PLN Bersih

Dalam kesempatan yang sama, Pak Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN juga menekankan pada masyarakat untuk tidak memberikan tip kepada petugas. “Hukumnya haram kasih uang tip, uang rokok bahkan uang makan, uang apapun ke petugas PLN yang melayani masyarakat baik pasang listrik, ada kerusakan kabel PLN di rumah pelanggan, kami mohon jangan” kata pak Bambang kepada seluruh peserta diskusi.

Peningkatan kualitas pelayanan adalah yang utama

Dalam proses peningkatan kualitas pelayanan PLN di masa bergulirnya program PLN Bersih ini, tentu bukannya tanpa aral dan cobaan. Karena memang untuk menuju proses yang lebih baik, akan selalu ada cobaan yang menghadang, masih banyak sekali laporan-laporan miring tentang berbagai layanan PLN yang kurang prima dari masyarakat, pun laporan tentang pemadaman juga masih sering menghiasi linimasa jejaring sosial.

Yang paling kentara, tentu adalah Pemadaman listrik yang melanda 70% wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta selama hampir 3 jam pada tanggal 3 September 2013 lalu, pemadaman yang terjadi karena adanya gangguan di SUTT Purwodadi Ungaran ini cukup membuat PLN kewalahan, efek yang sangat besar dari pemadaman ini praktis membuat masyarakat misuh-misuh dan mengeluarkan banyak sumpah serapah pada PLN. Bahkan sempat muncul selentingan saat pemadaman tersebut bahwa yang menyebutkan bahwa kepanjangan PLN adalah Perusahaan Lilin Negara.

Selentingan-selentingan negatif tadi tentu menjadi sebuah pemacu bagi PLN untuk terus membenahi diri dan terus meningkatkan pelayanan listrik nasional kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menjadi perusahaan pemasok listrik nasional yang terpercaya, kompeten, bersih, dan juga trengginas.

Saya dan segenap masyarakat pengguna listrik PLN tentu berharap bisa mendapatkan listrik yang bagus tanpa byar pet dengan harga yang wajar serta pelayanan prima perihal produk PLN.

Listrik Pintar, Praktis dan efektif menekan Korupsi

Boleh dibilang, listrik pintar adalah salah satu terobosan terbesar PLN dalam upaya meningkatkan kualitas layanan listrik pada masyarakat. Listrik pintar sendiri merupakan layanan baru dari PLN untuk pelanggan dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar.

meteran prabayar

Dengan Listrik pintar yang menggunakan sistem prabayar, pengguna bisa menyesuaikan atau membatasi penggunaan listrik yang dikonsumsi. Karena memang sistemnya persis seperti pulsa, sehingga pelanggan bisa mengetahui jumlah sisa energi listrik (kWh) yang masih bisa digunakan. Sehingga saat mengetahui jumlah kWh-nya mulai menipis, pengguna bisa mulai menghemat pemakaian alat elektronik sampai waktu saldo listriknya diisi ulang.

Hal ini tentu sangat berguna bagi pelanggan, karena selain bisa mencegah pemborosan, Listrik pintar ini juga bisa melatih pelanggan dalam mengatur pemakaian listrik di rumahnya sesuai dengan anggaran belanja rumah tangga.

Dengan Listrik pintar ini, pelanggan tak perlu berurusan dengan petugas pencatat meteran, sehingga sangat efektif untuk menekan angka korupsi di kalangan petugas PLN lapangan yang nakal.

Selain itu, masih banyak lagi keunggulan-keunggulan dari Listrik pintar ini, diantaranya adalah :

1. Pelanggan bisa memantau pemakaian listrik harian
2. penggunaan listrik bisa disesuaikan dengan anggaran belanja
3. Bisa isi ulang voucher di banyak tempat
4. Tak ada biaya tambahan, uang jaminan, biaya beban, dll
5. Tak perlu khawatir listrik diputus

Nah, untuk Nilai saldo listrik (sering pula disebut sebagai pulsa listrik atau voucher listrik) yang digunakan bervariasi, antara 20 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah. Untuk setiap pembelian voucher, nantinya pelanggan akan mendapatkan 20 digit token listrik yang harus diinput ke dalam meteran pra bayar.

Listrik pintar

Saat saldo kWh atau saldo listrik kita mulai menipis, Meteran Prabayar akan memberi peringatan dengan alarm yang terus berbunyi pelan (namun cukup terdengar) dan baru akan berhenti saat Meteran Pra Bayar diisi ulang.

Untuk mengisi saldo, pengguna cukup mengisinya di loket atau jasa penyedia pengisian voucher listrik, kantor PLN, atau bisa juga dibeli lewat ATM. Sangat praktis bukan?

cara mengisi token di beberapa ATM

Saya sendiri sudah merasakan betapa praktisnya listrik pintar ini, dulu sebelum saya pasang listrik pintar, pasokan listrik di rumah saya masih numpang dari listrik nenek yang kebetulan masih satu rumah (batas tembok), Dulu, sayalah yang sering membayarkan tagihan listrik ke loket pembayaran PLN yang lokasinya bersebelahan dengan balai dusun di kampung saya. Pembayaran tagihan listrik dibagi dua, Bapak saya bayar setengah, dan nenek bayar setengah (nenek tinggal bersama paman saya yang belum menikah, jadi statusnya masih kepala keluarga). Waktu itu, rata-rata tagihan listrik per bulannya sebesar 180 ribu, itu artinya keluarga saya kebagian jatah 90 ribu untuk patungan pembayaran listrik.

Nah, suatu ketika, alhamdulillah, keluarga kami (ini maksudnya keluarga bapak saya secara KK lho, kalau nenek sih tetep keluarga, hanya sudah beda KK) mendapat rejeki berlebih dan punya cukup uang untuk pasang listrik sendiri, ditambah lagi waktu itu sedang ada program pemutihan PLN, jadi biaya pemasangan listrik baru waktu itu hanya 50% dari tarif biasa. dan waktu itu, pemasangan listrik baru di rumah saya sudah menggunakan listrik pintar.

Setelah beberapa bulan menggunakan listrik pintar, Perubahan yang cukup signifikan mulai saya rasakan, biaya listrik yang dihabiskan dengan menggunakan listrik pintar ini terasa lebih ringan, karena kami sekeluarga bisa memantau pengeluaran daya listrik yang kita gunakan sehingga penggunaan listrik bisa lebih terkontrol. Dalam satu bulannya, keluarga kami hanya menghabiskan 40 ribu per bulan untuk tagihan listrik, seboros-borosnya paling banyak 60 ribu. Tentu jauh lebih murah dibandingkan saat masih nebeng listrik nenek.

Hal ini kemungkinan karena kontrol penggunaan listrik di rumah kami. Dulu saat belum pakai listrik pintar, saya dan segenap anggota keluarga sering seenaknya menggunakan peralatan elektronik di rumah, karena memang kita tak tahu pasti berapa kWh listrik yang dihabiskan, sehingga kami kadang menjadi jor-joran dalam menggunakan alat elektronik. Nah, sejak memakai listrik pintar, pola penggunaan alat elektronik di rumah kami berubah total, kami mulai perhitungan dengan listrik, terlebih saat mengetahui angka saldo listrik mulai menipis, maka dengan segera, kami sekeluarga langsung mengontrol penggunaan tv, komputer, sampai setrika agar saldo setidaknya bisa bertahan sampai beberapa hari kedepan untuk selanjutnya diisi ulang kembali. Dalam 2 minggu, keluarga kami biasanya menargetkan 20 ribu nilai saldo listrik.

Selain itu, untuk membayar tagihan listrik, saya bisa membayarnya di ATM, jadi kalau ada uang tanggung di ATM, biasanya langsung saya gunakan untuk membeli saldo listrik dan langsung saya isikan tanpa harus menunggu saldo listrik menipis. Kalau kebetulan saldo menipis, dan uang di ATM lagi kosong, biasanya saya belikan voucher di loket KIPO tak jauh dari tempat kerja saya.

Voucher listrik

Berkaca dari pengalaman saya menggunakan listri pintar, saya pun sebenarnya ingin mengajak nenek saya untuk beralih menggunakan listrik pintar, tapi nenek saya menolak dengan alasan ribet, padahal sudah saya jelaskan bahwa pemasangan listrik pintar itu sangat mudah, asalkan sudah ada sambungan instalasi dekat rumah, maka dalam beberapa hari pun jadi. Yah, tapi mau bagaimana lagi, namanya orang sepuh, biasanya keukeuh dengan pendiriannya. Ya sudahlah, daripada urusan jadi panjang. hehe

Kini sisi tembok batas rumah saya jadi terasa unik, di sisi kiri terpasang meteran listrik lama milik nenek, sedangkan di sisi kanan terpasang meteran listrik pintar milik keluarga kami. Jadi berasa simbol pembaharuan. hehehe

listrik pintar

Nah, jikalau pembaca masih kurang faham perihal Listrik pintar ini, baik tentang tata cara penggunaannya, berapa biaya pasangnya, sampai tempat dimana bisa membeli voucher listriknya, pembaca bisa lihat di Halaman ini, atau bisa juga menghubungi layanan PLN di kontak yang sudah saya tuliskan di atas.

Rekan Sejawat Blogger, mari kita dukung PLN Bersih

Dari awal sudah saya jelaskan panjang lebar tentang betapa baiknya program PLN Bersih yang dicanangkan leh PLN, untuk itulah, sebagai pungkasan artikel ini, saya mengajak kepada segenap blogger untuk bisa ikut mendukung, membantu, dan juga mengawal keberlangsungan program PLN Bersih ini.

Caranya bagaimana? sebagai blogger, tentu kita bisa menggunakan blog sebagai sarana untuk ikut membantu program PLN Bersih, dengan blog yang kita punya, kita bisa ikut mereview, mewartakan, atau mensosialisasikan program PLN Bersih. Selain itu, bisa juga menulis tentang keunggulan-keunggulan Listrik pintar, sehingga akan banyak masyarakat yang akan beralih menggunakan listrik pintar.

Tak habis sampai disitu, kita para blogger juga bisa ikut membantu tercapainya PLN yang bersih dengan menulis atau mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang mudahnya Mekanisme pengaduan ke PLN. Sehingga diharapkan akan semakin banyak kecurangan-kecurangan yang bisa dilaporkan oleh masyarakat kepada PLN, sehingga nantinya PLN bisa menjadi perusahaan yang bersih dari korupsi serta bisa menjadi contoh bagi BUMN-BUMN lainnya untuk mengikuti jejak dan kiprah PLN dalam memberantas korupsi di negeri tercinta ini.

Akhir kata, Sukses untuk PLN, dan Selamat Hari Listrik Nasional ke 68…

Sumber gambar : pln.co.id, majalahkonstan.com, blogdetik.com dan Dokumentasi Pribadi. Referensi : plnbersih.com, pln.co.id


TAGS PLN Bersih listrik pintar


-

Author

Follow Me