Kepedulian sesama dalam Zakat Fitrah ala Kampung

24 Jul 2013

Secara manfaat pahala, yang namanya zakat fitrah jelas sudah tak bisa dibantah lagi, zakat jelas mendatangkan pahala yang berlimpah, Karena memang zakat adalah salah satu ibadah wajib (bagi yang mampu) yang diperintahkan oleh Alloh SWT, dimana bila ditunaikan, maka Insya Alloh akan diganjar pahala, sedangkan bila tak ditunaikan, maka azab dan dosa pun siap menunggu di depan mata.

Namun jelas, dalam tulisan ini saya tak akan membahas tentang manfaat zakat fitrah dalam pandangan pahala, karena anda semua pasti bisa dengan mudah menemukan berbagai artikel dan tulisan di Google tentang janji pahala zakat lengkap dengan berbagai keutamaan-keutamaanya.

c0ae49080dc80bd47a41fb7bcc2c0c17_zakat-fitrah

Disini saya akan membahas tentang bagaimana peran dan manfaat zakat fitrah dalam mewujudkan kasih sayang sesama muslim dalam satu wadah kampung.

Seperti yang kita ketahui, bahwa yang namanya fitrah itu sekarang sudah bisa dengan mudah untuk ditunaikan. Kemudahan ini tak terlepas dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dimana sistem pembayaran zakat semakin mudah dan semakin efisien. Berbagai Lembaga Amil Zakat maupun Internal perusahaan baik skala lokal maupun nasional kini semakin dimudahkan dalam proses penghimpunan zakat, hal ini bisa dilihat dari banyaknya inovasi program kemudahan pembayaran zakat, diantaranya zakat mobile, zakat gesek, voucher zakat, sampai rekening zakat. Hal ini tentu saja semakin memanjakan para muzakki yang ingin membayar zakat.

Namun terkait dengan pembayaran zakat ini, ada satu sisi menarik dari penghimpunan zakat ini, yaitu penghimpunan zakat ala Kampung. Penghimpunan zakat semacam ini biasanya melibatkan Takmir Masjid Kampung (Masjid tunggal satu-satunya dalam sebuah kampung) untuk kemudian dibagikan kembali kepada warga kampung. Kalau bahasa demokrasinya, Dari kampung, oleh kampung, dan untuk kampung.

ff789143a134de0d7e29dbba9078d8db_pendataan-zakatPenghimpunan zakat fitrah ala kampung ini biasanya masih menggunakan sistem penghimpunan lama, dimana yang dibayarkan lebih banyak berupa beras ketimbang uang. Pun biasanya tidak menerima zakat dalam bentuk uang yang ditransfer ke rekening Bank, karena biasanya Muzakki datang langsung ke Masjid, kemudian menyerahkan zakatnya yang kebanyakan berupa beras (jarang sekali yang bayar pakai uang tunai) kepada panitia atau takmir masjid.

Tenggat waktu pengumpulan zakat kampung biasanya sehari menjelang hari raya idul fitri, walaupun sebenarnya aturan tenggat waktu pembayaran zakat adalah sebelum dimulainya khotbah Ied, hal ini dimaksudkan agar pengepakan dan pembagian zakat bisa dilakukan sebelum hari raya.

Zakat fitrah yang berupa uang tunai akan dibelikan beras, sehingga semua zakat yang terkumpul adalah berupa beras. Setelah semua beras terkumpul,beras kemudian diaduk, hal ini agar beras dengan berbagai kualitas bisa tercampur mengingat kualitas beras zakat yang ditunaikan berbeda-beda, ada IR64, ada beras cirebon, ada beras rojo lele, dan beras kualitas lainnya. Pesan yang terkandung dari proses pencampuran ini tentu saja mengingatkan kita, bahwa di mata Tuhan, kualitas semua manusia itu sama, yang membedakan adalah ketaqwaan dan keimanan manusia.

Setelah beras terkumpul dan tercampur semua, beras kemudian dimasukkan dalam plastik dengan takaran 7,5 kilogram (kalau di kamung saya biasanya segitu, di kampung lain bisa lebih, bisa kurang), untuk kemudian dibagikan kepada warga kampung yang kekurangan. Nah, jika diasumsikan satu wajib pajak, eh, salah, maksudnya wajib zakat membayar 2,5 kilogram beras, itu artinya setiap 4 warga kampung yang berkecukupan akan membantu 1 warga kampung yang kurang mampu.

Pengumpulan zakat beras di masjid Al-Ikhlas Kampung Mertosanan Kulon

Pengumpulan zakat beras di masjid Al-Ikhlas Kampung Mertosanan Kulon

Nah, jelas sekali bahwa Zakat Fitrah ala Kampung ini memberikan kesempatan bagi warga yang mampu untuk membantu tetangganya yang masih satu kampung dengan penuh rasa keihklasan. Pun bagi warga kampung yang menerima zakat ini, dia tak akan merasa sungkan, karena ia tak harus tahu siapa yang membayar zakat untuknya, yang dia tahu hanyalah, Zakat itu berasal dari tetanganya yang masih satu kampung.

Dalam proses inilah terjalins ebuah rasa kepedulian dan kasih sayang antar warga kampung dalam bentuk 7,5kilo beras. Kepedulian antar sesama warga kampung yang berbalut kewajiban badah… Sungguh terasa Indah

Gambar : Dokumentasi kampung Mertosanan Kulon dan tanggaislam.blogspot.com


TAGS ngaBLOGburit zakat


-

Author

Follow Me