4 Tips ampuh menangkal godaan nafsu di bulan puasa

15 Jul 2013

Bulan Ramadhan atawa bulan puasa, bulan dimana kita semua umat muslim diperintahkan untuk menunaikan ibadah puasa, menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu sedari subuh hingga maghrib menjelang. Tentu saja, selama menjalankan ibadah puasa, akan banyak sekali godaan yang datang. Godaan untuk makan, minum, menumpahkan emosi, mengumbar pandangan, dan godaan-godaan lainnya.

Sedikit cerita tentang godaan berpuasa.

Saya bekerja jadi OP warnet di salah satu warnet di Magelang, kebetulan Warnetnya itu bersebelahan dengan warung makan, dimana warnet dan warung makan itu masih satu pemilik. Saya kebetulan di waktu puasa memang dapet jatah shift siang (di hari biasa jatahnya shift malam). Nah, godaan nyata yang saya dapat adalah ketika ternyata, banyak pelanggan warnet saya itu yang yang ndak berpuasa. Dengan enteng saja mereka ngenet sambil memesan makanan ataupun minuman di warung makan sebelah. Celakanya, saya sering disuruh untuk mengantarkan pesanan mereka. Bayangkan, gimana saya ndak meriang? Pas puasa, siang-siang yang panas, tenggorokan kering, bibir pecah-pecah (*lho, kok malah kaya iklan larutan penyegar), dan saya disuruh mengantarkan menu Soto dan es teh yang sangat segar. Asal anda tahu, ngilu benar rasanya melihat bulir-bulir air dingin es yang menempel di sisi gelas. Saya pun hanya bisa memandang betapa indahnya Es teh tersebut sambil menelan ludah dengan jakun yang naik turun. Persis kaya remaja tanggung yang habis baca buku stensil Enny Arrow.

Es Teh yang sungguh amat segar, Ilustrasi doang

Es Teh yang sungguh amat segar, Ilustrasi doang

Itu baru godaan level pertama, godaan level kedua lebih dahsyat lagi. Apa itu godaan level kedua? tak lain dan tak bukan adalah Paha. Entah saya harus seneng atau sedih dengan keadaan ini, warnet saya letaknya cukup strategis, berada di pinggir jalan pintas yang memotong rute jalan kota. Jadi mau tak mau, setiap hari jalanan di depan warnet selalu dilewati oleh banyak kendaraan, tak terkecuali kendaraan motor matic yang dikendarai oleh cewek dengan hot pants sehingga tampaklah jelas paha ayamnya. Mau berpaling rasanya mubadzir, tapi mau lihat kok takut puasanya batal. Nah lho…

Kalau sudah begitu, maka mau tak mau saya harus mengerahkan segenap cara dan usaha untuk bisa menahan gejolak godaan dan hawa nafsu yang datang menggempur. Ada 3 tips yang selalu saya gunakan untuk menahan nafsu di bulan Ramadhan. Dan alhamdulillah, sejauh ini selalu ampuh dan berhasil menahan gejolak nafsu di bulan Ramadhan (namun di bulan biasa, keampuhannya sering berkurang). Inilah tips dari saya..

1. Niatkan dengan sepenuh hati.

Pembaca blog yang budiman dan dirahmati Alloh SWT. Segala sesuatu dan keinginan itu pasti bersumber dari niat. begitu pula dengan ibadah puasa. Jika memang kita ingin puasa kita lancar dan full selama sebulan. Maka kita harus niatkan diri kita dengan niat yang sepenuhnya, jangan setengah-setengah. Niatkan bagi kita untuk tidak membatalkan puasa kita dengan terus mengendalikan nafsu kita. Insya Alloh SWT, dengan niat yang kuat, maka godaan pun tak terasa berat.

2. Hilangkan kesempatan untuk mengumbar nafsu

Bang napi pernah bilang, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan”. Nah, hal itu juga berlaku untuk menahan nafsu di bulan puasa. Hindari momen-momen atau waktu yang punya kemungkinan besar bagi anda untuk mengumbar nafsu anda dan membatalkan puasa. Misal jika biasanya anda bergaul dengan teman-teman yang sering tidak berpuasa. Maka di bulan puasa ini, kurangi porsi bergaul dengan mereka (jika memungkinkan), yah setidaknya selama bulan puasa ini, karena jika terus-terusan bergaul dengan mereka, takutnya sampeyan bakal tergoda saat mereka dengan nikmatnya melahap nasi padang dan juga Es teh yang segar.

3. Menyibukkan diri dengan hal lain

Saya pernah dengar entah dari mana, istilah seperti ini: “cara terbaik untuk melupakan mantan pacar adalah dengan menyibukkan diri dengan pacar yang baru”. Terlihat nyleneh dan kocak, tapi puny makna yang cukup dalam. Eits, tapi saya ingatkan, bahwa poin ini bukan tentang pacar lho, tapi tentang inti pokok istilah tersebut, yaitu “untuk melupakan sebuah kenikmatan, sibukkanlah diri dengan kenikmatan yang lain”. Begitu pula dengan puasa, jika anda selalu terbayang dengan makanan dan minuman yang terasa sangat menggiurkan, maka salah satu cara terbaik untuk melupakannya adalah dengan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang asyik yang tak kalah nikmat dengan makanan atau minuman yang selalu terbayang tadi (tentunya yang diperbolehkan). kalau saya sendiri, sering kali menghabiskan waktu dengan nonton film animasi atau film action yang sering kali mampu membuat saya keasyikan, atau jika lagi tak ada stok film, dan kebetulan sedang libur kerja, saya lebih memilih untuk tidur. Bukankah tidurnya orang puasa yang diniatkan untuk menahan hawa nafsu itu merupakan tidu yang ibadah?.

4. Bayangkan siksa yang akan diterima

Nah, tips keempat ini adalah tips yang paling pamungkas. yaitu membayangkan siksa yang akan kita dapat di akherat kelak jika kita dengan sengaja mengumbar nafsu kita (membatalkan puasa dengan sengaja tanpa uzur) di bulan puasa. Bayangkan mas mbak, menurut Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib), dikatakan bahwa kelak di akherat, orang-orang yang sengaja membatalkan puasa wajib tanpa uzur adalah akan digantung menggunakan tumitnya dengan keadaan pipi yang robek sehinga darah akan terus mengalir dari pipi mereka. Hiii. Ngeri bukan? ini saya bukannya mau menakut-nakuti lho, cuman memang begitu adanya. Mangkanya itu, ketika saya punya niatan untuk membatalkan puasa dan ingat dengan bayangan siksa ini, maka saya kan langsung mengurungkan niat saya. Dan saya pun yakin, jika pembaca membayangkan dengan sungguh-sungguh gambran siksa ini, maka pembaca akan enggan untuk membatalkan puasa. Trust me, Its work.

nah, itulah 4 tips dari saya yang menurut saya bisa cukup ampuh meredam nafsu di bulan puasa yang penuh berkah ini. semoga bermanfaat.

Hadits lengkapnya.
Ketika aku tidur, aku didatangi dua orang lelaki. Mereka pun mengambil lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan kepadaku, Panjatlah! Aku katakan, Aku tidak bisa. Mereka menjawab, Kami akan memudahkannya untukmu. Aku pun memanjatnya, hingga ketika sudah di puncak gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang keras. Aku bertanya, Suara apa ini? Mereka menjawab, Ini raungan penduduk neraka. Aku pun pergi hingga aku melihat sebuah kaum yang digantungkan tumit-tumitnya dan robek pipi-pipi mereka. Mengalir darah dari pipi mereka. Aku pun bertanya, Siapa mereka ini? Mereka mengatakan, Mereka ini adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu selesainya puasa. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)


TAGS ngaBLOGburit puasa


-

Author

Follow Me